News Update :

Dunia Android


Fenomania


Misteri

RELIGI

Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Profesor NASA Ini Dipecat Karena membocorkan rahasia terjadinya rotasi bumi

1/27/2014


Di saat para ilmuwan dunia masih bingung mencari penyebab kenapa bumi ini berputar-putar (berotasi), umat muslim sudah lebih duluan mengetahui penyebabnya.

Ternyata yang membuat bumi ini berputar-putar adalah orang-orang muslim
Encyclopedia Americana menulis : "Sekiranya orang-orang Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yang berpusat di Hajar Aswad tidak lagi memancarkan gelombang elektromagnetik."

Menurut hasil penelitian dari 15 Universitas, menunjukkan bahwa Hajar Aswad adalah batu meteor yang mempunyai kadar logam yang sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yang ada. Beberapa astronot yang mengangkasa melihat suatu sinar yang teramat terang memancar dari bumi. Dan setelah diteliti, ternyata bersumber dari Bait Allah atau Ka'bah. Super konduktor itu adalah Hajar Aswad yang berfungsi sebagai mikrofon yang sedang siaran, dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya.

Ternyata seluruh dunia wajib berterimakasih kepada umat muslim atas jasa-jasa mereka dalam memutar bumi ini
Prof Lawrence E Yoseph-Fl Whiple dari NASA menulis : "Sungguh kita berhutang besar kepada orang Islam, shalat, tawaf dan tepat waktu menjaga super konduktor itu...". Tak lama setelah pernyataannya itu, profesor itupun menyatakan diri masuk Islam dan mengucapkan kalimat syahadat.

Tetapi tak lama kemudian datanglah sepucuk surat dari NASA, berisi keputusan tentang pemecatannya dari pekerjaannya. Pendeknya, NASA berlepas diri dan tidak mau membantu profesor itu karena dia telah membocorkan rahasia yang selama ini ditutup-tutupi NASA itu, terlebih lagi karna dia menyatakan diri masuk Islam.

Profesor itu pun berseru dalam sebuah majalah mempertanyakan pertanggungjawaban mereka perihal keputusan pemecatannya, “Memang aku kehilangan pekerjaanku, tetapi aku menemukan Allah”

Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Illaha illallah, Allahu Akbar. Betapa bergetar hati kita melihat dahsyatnya gerakan Thawaf haji & Umroh.

Tulisan ini bisa menjawab fitnah & tuduhan jahiliyah yang tak didasari ilmu pengetahuan, yaitu mengapa kaum Muslimin shalat ke arah kiblat dan bahwa umat Islam dianggap menyembah Hajar Aswad.

Wallahu a'lam

Mengapa Warna Kulit Berbeda-beda?

1/16/2014


Warna Kulit Blanter 

 Selamat Siang Sobat Blanter di tahun baru ini, saya tetap membagikan ilmu pengetahuan supaya di tahun baru ini, tetap bisa mendapatkan ilmu pengetahuan lewat blog, mencari ilmu pengetahuan itu bisa di mana saja, bisa di buku, internet, blog, wikipedia, ensliklopedia, video, pengamatan, filltrip, dll sebenernya jika mau berusaha bisa saja kalian mendapatkan ilmu pengetahuan yang lumayan banyak, sesuai usaha masing-masing, ok langsung aja ke artikel Mengapa Warna Kulit Berbeda-beda?


Walaupun kita sering berkata orang ''hitam'' atau ''putih'' kata-kata itu sangat jauh dari memadai untuk mengambarkan keragaman luar biasa nuasa kulit manusia. Warna kulit manusia terutama ditentukan oleh di mana leluhur mereka hidup di planet ini. Para ilmuan memiliki teori yang masih berupa dugaan tentang bagaimana orang di bagian-bagian dunia berbeda mengembangkan warna kulit berbeda. Namun tidak seorang pun tahu pasti.

Warna kulit tergantung pada zat kimia yang disebut melanin. Semakin banyak melanin di kulit kita, semakin gelaplah rupa kita. Ketika orang berkulit terang duduk di bawah sinar matahari, kulitnya memproduksi lebih banyak melanin. Dengan kata lain, kulitnya menjadi coklat. (Albino, yang kulitnya tidak memiliki melanin, berkulit dan bermata kemerah-jambuan.

Warna ini datang dari pembulu darah yang tampak membayang di balik kulit dan mata yang tidak berwarna. Albinu juga berambut putih, bahkan saat kanak-kanak.) menghasilkan lebih banyak melanin adalah cara kulit untuk melindungi dirinya melawan radiasi ultraviolet (UV) dari Mata Hari, yang dapat menyebabkan kanker kulit. Seperti tabir surya, melanin menyerap radiasi UV, dan membantu melindungi kulit dari kerusakan lebih lanjug. Semakin banyak melanin yang dimiliki kulit semakin gelap warnanya semakin baik perlindungannya dari sinar UV.

Mengetahui apa yang dilakukan melanin bagi kulit telah membiri para ilmuwan sedikit petunjuk bagaimana warna kulit manusia mungkin berevolusi dan berubah selama jutaan tahun. Leluhur kita yang mirip kera wkwkwkw di penuhi lapisan tipis bulu, yang melindungi kulit mereka dari matahari Afrika yang menyengat. Namun saat manusia berevolusi selama ratusan ribu tahun, bayi-bayi lahir dengan semakin sedikit bulu di tubuh. Mengapa? tidak seorang pun tahu. (Hanya Tuhanlah Yang Tahu)

Namun lambat laun, kulit leluhur kita berwarna terang dan tidak rata terpapar sinar matahari yang keras. Karena kulit warna gelap lebih melindungi dari radiasi, manusia yang kebetulan lahir dengan kulit lebih gelap mungkin memiliki keuntungan bertahan hidup dibandingkan teman-temannya yang berkulit pucat. Jadi lambat laun, saat warna kulit yang lebih gelap diturunkan ke generasi-generasi baru, kulit manusia di Afrika bertambah gelap.

Iklim ini juga mendatangkan serangkaian bahayanya sendiri:
Terlalu banyak sinar UV buruk bagi kita, namun sedikit sinar UV sebenarnya diperlukan. Sinar UV membantu tubuh kita membuat vitamin D, vitamin yang mutlak dibutuhkan tubuh untuk membangun tulang yang kuat dan lurus.

Bagaimana Caranya Mengukur Keliling Bumi

12/30/2013


Dunia Blanter 

Apa kabar sobat Blanter kali ini admin akan share ilmu pengetahuan dari buku yang admin baca yaitu adalah : Einstein aja ingin tahu? huu lumayan pengetahuan yang satu ini membuat admin terinspirasi,,, untuk mengshare pengetahuan yang telah didapat, ok bacalah baik-baik pengetahuan ini...

Bagaimana Caranya Mengukur Keliling Bumi?
Kini kamu bisa mengetahui keliling Bumi memakai perkakas dan satelit pengamat. Tetapi kamu tidak memerlukan peralatan canggih untuk mengukur sebuah planet. Kamu dapat melakukan apa yang dilakukan Eratosthenes lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Ia menghitung ukuran Bumi tanpa menginggalkan lantai perpustakaan tempatnya bekerja.

Eratosthenes adalah cendikiawan Yunani yang hidup di Alexandria, sebuah kota di Mesir, antara tahun 276 dan 196 SM. Ia bekerja di Museum Alexandria, yang sebagiannya museum dan sebagiannya lagi pusat riset. Di sana ada taman botani, kebun binatang, observatorium astronomi, dan laboratorium. Para cendekiawan memberi kuliah di aula kuliah museum lainnya bersantai, menikmati santapan, dan bercakap-cakap di ruang makan museum.

Eratosthenes adalah kepala perpustakaan museum, yang memiliki koleksi sekitar 100.000 buku, semuannya di tulis di atas gulungan kertas. Ia menaruh minat pada segala sesuatu. Ia telah mempelajari filsafat, sejarah, dan ilmu pengetahuan alam, dan ia menjadi kritisi teater. Beberapa rekan cendekiawannya menganggap ia sebagai amatir - seseorang yang berkecimpung dalam banyak hal, tetapi bukan kelas satu dalam bidang apa pun. 

Begini Caranya :
Eratosthenes tahu bahwa karena jarak luar biasa antara Matahari Bumi, sinarnya mencapai Alexandria dan Syene dalam berkas-berkas sinar sejajar yang bersisian. Jika Bumi datar, maka bayangan akan lenyap di seluruh dunia pada tanggal 21 Juni. Tetapi ia memperkirakan, karena Bumi melengkung, tembok-tembok dan tiang-tiang di Alexandria - sekitar 800 km sebelah utara Syene - menonjol dari permukaan Bumi dengan sudut berbeda. Jadi pada tengah hari di hari pertama musim panas, Eratosthenes menghitung bayangan yang ditimbulkan obelisk ( tiang-tiang batu ) di luar museum. Karena ia tahu ketinggian obelisk itu, ia dapat membayangkan garis dari puncak obelisk ke ujung bayangan membuat segitiga yang dapat di hitung.
Setelah ''menggambar'' segitiga itu Eratosthenes memakai rumus geometri sederhana untuk menemukan bahwa punyak obelisk itu memiliki kemiringan dari Matahari sedikit di atas 7*.
Karena tidak ada bayangan pada tengah hari di Syene di hari pertama musim panas itu, sudut di Syene pastilah 0* , atau tidak ada sudut sama sekali. Ini artinya Alexandria berjarak 7* lebih sedikit dari Syene sepanjang keliling Bumi.
Semua lingkaran memiliki 360*, dan keliling bumi bukan perkecualian. Sudut 7*  antara dua kota itu sekitar 1/50 lingkaran. Jadi Eratosthenes mengalikan jarak antara Syene dan Alexandria sekitar 800 km dengan angka 50, mendapatkan angka 40.000 untuk jarak keliling Bumi. Para Astronom modern menghitung keliling bumi tepatnya 40.061 km. Eratosthenes telah membuktikan dirinya sebagai cendekiawan kelas satu.

Sumber

About My School

Program Ramadhan

Program Ramadhan

PENDIDIKAN

 

© Copyright Imad Indi Sidoarjo | Indischool Sidoarjo 2013 | Prestasi Bukan Suatu Kebetulan Terus Berusaha | Blog Imad Inspirasi Tiada Henti | Kita Harus Sukses Sukses .