News Update :

Bagaimana Caranya Mengukur Keliling Bumi

12/30/2013


Dunia Blanter 

Apa kabar sobat Blanter kali ini admin akan share ilmu pengetahuan dari buku yang admin baca yaitu adalah : Einstein aja ingin tahu? huu lumayan pengetahuan yang satu ini membuat admin terinspirasi,,, untuk mengshare pengetahuan yang telah didapat, ok bacalah baik-baik pengetahuan ini...

Bagaimana Caranya Mengukur Keliling Bumi?
Kini kamu bisa mengetahui keliling Bumi memakai perkakas dan satelit pengamat. Tetapi kamu tidak memerlukan peralatan canggih untuk mengukur sebuah planet. Kamu dapat melakukan apa yang dilakukan Eratosthenes lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Ia menghitung ukuran Bumi tanpa menginggalkan lantai perpustakaan tempatnya bekerja.

Eratosthenes adalah cendikiawan Yunani yang hidup di Alexandria, sebuah kota di Mesir, antara tahun 276 dan 196 SM. Ia bekerja di Museum Alexandria, yang sebagiannya museum dan sebagiannya lagi pusat riset. Di sana ada taman botani, kebun binatang, observatorium astronomi, dan laboratorium. Para cendekiawan memberi kuliah di aula kuliah museum lainnya bersantai, menikmati santapan, dan bercakap-cakap di ruang makan museum.

Eratosthenes adalah kepala perpustakaan museum, yang memiliki koleksi sekitar 100.000 buku, semuannya di tulis di atas gulungan kertas. Ia menaruh minat pada segala sesuatu. Ia telah mempelajari filsafat, sejarah, dan ilmu pengetahuan alam, dan ia menjadi kritisi teater. Beberapa rekan cendekiawannya menganggap ia sebagai amatir - seseorang yang berkecimpung dalam banyak hal, tetapi bukan kelas satu dalam bidang apa pun. 

Begini Caranya :
Eratosthenes tahu bahwa karena jarak luar biasa antara Matahari Bumi, sinarnya mencapai Alexandria dan Syene dalam berkas-berkas sinar sejajar yang bersisian. Jika Bumi datar, maka bayangan akan lenyap di seluruh dunia pada tanggal 21 Juni. Tetapi ia memperkirakan, karena Bumi melengkung, tembok-tembok dan tiang-tiang di Alexandria - sekitar 800 km sebelah utara Syene - menonjol dari permukaan Bumi dengan sudut berbeda. Jadi pada tengah hari di hari pertama musim panas, Eratosthenes menghitung bayangan yang ditimbulkan obelisk ( tiang-tiang batu ) di luar museum. Karena ia tahu ketinggian obelisk itu, ia dapat membayangkan garis dari puncak obelisk ke ujung bayangan membuat segitiga yang dapat di hitung.
Setelah ''menggambar'' segitiga itu Eratosthenes memakai rumus geometri sederhana untuk menemukan bahwa punyak obelisk itu memiliki kemiringan dari Matahari sedikit di atas 7*.
Karena tidak ada bayangan pada tengah hari di Syene di hari pertama musim panas itu, sudut di Syene pastilah 0* , atau tidak ada sudut sama sekali. Ini artinya Alexandria berjarak 7* lebih sedikit dari Syene sepanjang keliling Bumi.
Semua lingkaran memiliki 360*, dan keliling bumi bukan perkecualian. Sudut 7*  antara dua kota itu sekitar 1/50 lingkaran. Jadi Eratosthenes mengalikan jarak antara Syene dan Alexandria sekitar 800 km dengan angka 50, mendapatkan angka 40.000 untuk jarak keliling Bumi. Para Astronom modern menghitung keliling bumi tepatnya 40.061 km. Eratosthenes telah membuktikan dirinya sebagai cendekiawan kelas satu.

Sumber
Share this Article on :

0 komentar :

Posting Komentar

 

© Copyright Imad Indi Sidoarjo | Indischool Sidoarjo 2013 | Prestasi Bukan Suatu Kebetulan Terus Berusaha | Blog Imad Inspirasi Tiada Henti | Kita Harus Sukses Sukses .